Kamis, 16 Oktober 2014

BAB 2

Eka Novianti
(13214427)
Kelas 1EA11

Manusia dan Kebudayaan

v Unsur-unsur yang membangun manusia
Manusia terdiri dari empat unsur terkait, yaitu
1.   Jasad
2.   Hayat
3.   Ruh
4.   Nafs.

Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
Id, merupakan libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran . Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
Superego, merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.

v Hakekat manusia
a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan  
     yang utuh.

b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Terdiri dari dua hal,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misalnya:
Perasaan intelektual,
Perasaan estetis,
Perasaan etis,
Perasaan diri,
Perasaan sosial,
Perasaan religius.

c.  Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
d.  Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai 
     kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

v Yang membedakan manusia dengan mahkluk lain
Manusia dibekali akal fikiran dan hati nurani untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk , dengan hati nurani mereka dapat menyanyangi satu sama lain, merasakan penderitaan yang orang lain rasakan kemudian terketuk untuk memabantu, dan banyak hal lainnya yang membuat peradaban manusia semakin maju dari waktu ke waktu

v Kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi tinggi, ramah dan bersahabat. Indonesia termasuk dalam kepribadian bangsa karena nilai-nilai terssebut masih sering kita jumpai di masyarakat kita

v Pengertian kebudayaan
Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”.
E.B.Tylor (1871) mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan sebagai anggota masyarakat.
 Menurut Selo Soemardijan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Menurut Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.

v Unsur kebudayaan
1.   Sistem Religi (sistem kepercayaan), merupakan produk manusia sebagai homo religius.
2.  Sistem Organisasi Kemasyarakatan, merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.
3.  Sistem Pengetahuan, merupakan produk manusia sebagai homo sapiens.
4.  Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi, merupakan produk manusia sebagai homo economicus.
5.  Sistem Teknologi dan Peralatan, merupakan produk dari manusia sebagai homo faber.
6.  Bahasa, merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens.
7.  Kesenian, merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.


v Wujud kebudayaan

1.         Gagasan : sekumpulan ide, bersifat abstrak dan tidak terlihat
2.         Tindakan : suatu tindakan berpola dari manusia dalam lingkungan nya
3.         Karya : wujud fisik semua buatan . Dapat dilihat, diraba, dirasakan dan di dokumentasikan

v Orientasi nilai budaya
Kluckhohn dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai–nilai budaya.  Secara fungsional sistem nilai ini mendorong individu untuk berperilaku seperti apa yang ditentukan. Mereka percaya, bahwa hanya dengan berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan wujud ideal dari lingkungan sosialnya. Dapat pula dikatakan bahwa sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan wujud konsepsional dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.


v Perubahan kebudayaan
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.   Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2.   Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

v Kaitan manusia dan kebudayaan
Manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia, semua itu saling terkait. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar