Eka Novianti
(13214427)
Kelas 1EA11
Manusia dan Kebudayaan
v Unsur-unsur yang membangun
manusia
Manusia terdiri
dari empat unsur terkait, yaitu
1. Jasad
2. Hayat
3. Ruh
4. Nafs.
Manusia sebagai
satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu :
Id, merupakan
libido murni,atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan
terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses
ketidaksadaran . Terkurung dari realitas dan pengaruh sosial, Id diatur oleh
prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingsual libidinal yang harus dipenuhi
baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui
mimpi atau khayalan.
Ego, merupakan
bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id,
seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam
menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh
orang lain.
Superego,
merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah
agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan
asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua.
v Hakekat manusia
a. Makhluk ciptaan Tuhan yang
terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan
yang
utuh.
b. Makhluk ciptaan Tuhan yang
paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Terdiri dari
dua hal,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani
adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misalnya:
Perasaan intelektual,
Perasaan estetis,
Perasaan etis,
Perasaan diri,
Perasaan sosial,
Perasaan religius.
c. Makhluk biokultural,
yaitu makhluk hayati yang budayawi.
d. Makhluk ciptaan
Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai
kualitas
dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
v Yang membedakan manusia
dengan mahkluk lain
Manusia dibekali
akal fikiran dan hati nurani untuk membedakan mana yang baik dan mana yang
buruk , dengan hati nurani mereka dapat menyanyangi satu sama lain, merasakan
penderitaan yang orang lain rasakan kemudian terketuk untuk memabantu, dan
banyak hal lainnya yang membuat peradaban manusia semakin maju dari waktu ke
waktu
v Kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa
timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang
menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur
pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi tinggi, ramah
dan bersahabat. Indonesia termasuk dalam kepribadian bangsa karena nilai-nilai
terssebut masih sering kita jumpai di masyarakat kita
v Pengertian kebudayaan
Kebudayaan dari
bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam
bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah.
Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh
akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat
tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat
melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”.
E.B.Tylor (1871)
mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan
sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardijan dan Soelaeman
Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Menurut Sutan
Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara
berpikir.
v Unsur kebudayaan
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan),
merupakan produk manusia sebagai homo religius.
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan, merupakan
produk dari manusia sebagai homo socius.
3. Sistem Pengetahuan, merupakan produk
manusia sebagai homo sapiens.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan
sistem-sistem ekonomi, merupakan produk manusia sebagai homo economicus.
5. Sistem Teknologi dan Peralatan, merupakan produk
dari manusia sebagai homo faber.
6. Bahasa, merupakan produk dari manusia
sebagai homo longuens.
7. Kesenian, merupakan hasil dari manusia
sebagai homo aesteticus.
v Wujud kebudayaan
1.
Gagasan
: sekumpulan ide, bersifat abstrak dan tidak terlihat
2.
Tindakan
: suatu tindakan berpola dari manusia dalam lingkungan nya
3.
Karya
: wujud fisik semua buatan . Dapat dilihat, diraba, dirasakan dan di dokumentasikan
v Orientasi nilai budaya
Kluckhohn dalam
Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep
beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran sebahagian besar warga suatu
masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu
satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai–nilai
budaya. Secara fungsional sistem nilai ini mendorong individu untuk
berperilaku seperti apa yang ditentukan. Mereka percaya, bahwa hanya dengan
berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem
nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri
seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang
diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah,
dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan wujud ideal dari
lingkungan sosialnya. Dapat pula dikatakan bahwa sistem nilai budaya suatu
masyarakat merupakan wujud konsepsional dari kebudayaan mereka, yang seolah –
olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
v Perubahan kebudayaan
Tidak ada
kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak
kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang
menjadi wadah kebudayaan tersebut.
Terjadinya
gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1.
Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2.
Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
v Kaitan manusia dan
kebudayaan
Manusia sebagai
perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia,
semua itu saling terkait. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai
sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya
merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan
tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak
bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar