Nama : Eka Novianti
Kelas : 1EA11
NPM : 13214427
BAB 9
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri
manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal.
Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian
orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena
pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar
yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi
tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga
berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah,
keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di
sengaja.
Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya).
Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat
baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain
memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.Untuk memperoleh atau
meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha
melalui pendidikan,penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
Makna Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan tanda
kematangan diri. Mungkin ada diantara kita yang sudah sangat dewasa, tapi dari
sisi perilaku, pikiran dan keimanannya ternyata masih sangat muda. Sebaliknya,
mungkin ada yang usianya masih relatif muda, tapi sisi spiritual, pola pikir,
dan tanggung jawab sudah menunjukkan kematangan.
Seringkali tanggung jawab
ditakuti orang. Berbagai alasan diungkapkan untuk menghindari pertanggung
jawaban. Padahal jika dilakoni dengan baik, keberhasilan akan mudah diraih. Ada
satu kata yang sering membuat kita gagal, menyesal dan kecewa, yaitu: alasan.
Seorang yang hebat bukanlah orang
yang mampu mengarang banyak alasan. Seorang yang matang bukanlah mereka yang
mampu memberikan alasan-alasan yang kuat secara spontan. Seribu alasan bisa
dikarang dalam waktu singkat untuk membenarkan kekeliruan. Ada orang yang
karena sudah profesional, mudan sekali untuk mengarang alasan.
Kemampuan untuk beralasan akan
menghambat kedewasaan seseorang. Mungkin orang itu berhasil memberikan
pengertian kepada orang lain, tapi tingkatan perjalanan hidupnya takkan
bertambah dan perilakunya takkan matang.
Macam-Macam Tanggung Jawab
Manusia itu berjuang memenuhi
keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk
itu ia manghadapi manusia lain dalam masyarakat atau
menghadapi lingkungan alamo Dalam usahanya itu manusia juga
menuadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu
kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung
jawab itu dapat dibedakan menurut
keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas
dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab,
yaitu :
(a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk
memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian
sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan
masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiriMenurut sifat dasamya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan,baik yang disengaja maupun tidak.
Contoh:
Syifa adalah seorang pelajar salah satu SMA , karena status nya
itu ia mempersiapkan diri umtuk mencapai kelulusan dan berjuang untuk mendapatkan
perguruan tinggi terbaik dan bersaing dengan siswa-siwa lain di seluruh
Indonesia, rasa kemauan untuk belajar dan bekerja keras untuk masa depannya
sendiri merupakan wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri
(b) Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil.
Keluarga terdiri dari suami-istri. ayah-ibu dan
anak-anak. dan juga orang lain yang menjadi anggota
keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab
kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik
keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan,
keselamatan. pendidikan, dan kehidupan.
Contoh :
Seorang ayah bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga, dalam
pemenuhan tanggung jawab nya itu sang ayah rela kehujanan kepanasan dari pagi
sampai malam membanting tulang supaya kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dan
tidak kekurangan suatu apa pun
(c) Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan
manusia lain. sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial maka agar
tercipta kehidupan yang harmonis dan selaras diperlukan rasa tanggung jawab
pada setiap lapisan masyarakat untuk saling membantu dalam berkehidupan
Contoh:
Setiap
masyarakat bertanggung jawab untuk memelihara lingkunganya dari ancaman ,
memelihara supaya tetap terawatt cara nyatanya yaitu aktif dalam kegiatan
bermasyarakat
(d). Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga
negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku
manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.
Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah,
maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
Contoh:
1) Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar
Lubis, Guru Isa yang tekenal sebagai guru yang baik, terpaksa mencuri
barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru isa ini
harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah kalau perbuataan itu
diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
2) Kumbakarna menolak perintah kakaknya, juga rajanya
yaitu Rahwana untuk berperang melawan rama, karena kakanya berbuat
keburukan. Bukan main Rahwana. Ia membangkit-bangkitkan hutang budi Kumbakama
terhadap kerajan Alengka. Kumbakama menyadari kedudukannya sebagai pang1ima
perang, karena itu berangkat juga ia ke medan perang menghadapi Rama.
Akan tetapi ia maju ke medan perang bukan karena membela kakanya, melainkan
karena rasa tanggung jawabnya sebagai panglima yang harus membela negara (
Ramayana)
(e). Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan
untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab Iangsnng
ternadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari
hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab sud melalui
berbagai macam agama Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera
diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih
juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan
mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung
jawab yang seharusnya dilakukan manusia ternadap Tuhan sebagai
penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu
pengorbanan.
Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya
karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan
hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia
dapat sepenuhnya mengabdikan din kepada Tuhan demi rasa tanggung
jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawab
ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat
manusia pada umumnya yang seharusnya
meneruskan keturunannya yang sebetulnya juga merupakan
sebagian tanggung jawabnya sebagai mahluk Tuhan.
PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
Pengertian
Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang,
hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa
tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras
sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. hal itu berarti
mengabdi kepada keluarga.
Lain halnya jika kita membantu ternan dalam kesulitan,
mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian.
tetapi hanya bantuan saja.
Macam-Macam Pengabdian
Pengabdian bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah
pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada negara. Pengabdian kepada
keluarga, bisa dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga, dan tidak melanggar
norma dan akidah yang berlaku. Menjaga nama baik bisa dilakukan dengan tidak
melakukan perbuatan2 yang melanggar aturan, mensejahterakan keluarga, dan
banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap mengabdi.
Pengabdian kepada Tuhan, sangat wajib dan tidak boleh
dinomorduakan. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan. Dengan tekun beribadah,
mengamalkan perbuatan-perbuatan baik, dan tidak melanggar laranganNya.
Pengabdian kepada negara, juga merupakan kewajiban buat manusia atau individu
sebagai warga negara. Misalnya seorang pegawai negeri yang bersedia ditempatkan
di luar daerahnya untuk bekerja. Berikut macam-macam pengabdian, yaitu:
1. Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa
Yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan
merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
Contoh: Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan
zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk
pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
2. Pengabdian kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam
masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan
pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus,
kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah,
walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
3. Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya,
karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh:
Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
4. Pengabdian kepada negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap
kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh:
Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda
yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
5. Pengabdian kepada harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang
menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang-
kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan
hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
6. Pengabdian kepada keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga
dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
Jadi dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/
pengorbanan, memahami arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan
kita meneladaninya, karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan adalah
merupakan usaha memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai
manusia.
Contoh pengabdian dalam kehidupan sehari-hari
Seorang dokter yang telah disumpah jabatan untuk mengabdikan
hidupnya menolong masyrakat yang membutuhkan tenaga kesehatan harus
mendahulukan kepentingan pasien diatas kepentingan pribadi, harus rela waktu
untuk keluarga terpotong ketika pasien ada yang membutuhkan pertolongan
mendadak karena bentuk pengabdian tersebut juga termasuk pengabdian terhadap
keluarga dalam rangka mencukupi kebutuhan anak-anaknya.
Pengertian Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti
persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk
menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian
itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian
yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat
dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah para
tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh tauladan, bagaimana
scmestinya wajib berkorban
Macam-macam pengorbanan dan akibat dari pengorbanan
Macam-macam Pengorbanan yaitu
1. pengorbanan harta benda
2. pengorbanan pikiran
3. pengorbanan perasaan
4. pengorbanan tenaga
Akibat dari Pengorbanan itu sendiri bisa berupa hilangnya harta benda demi orang yang di cintainya.
1. pengorbanan harta benda
2. pengorbanan pikiran
3. pengorbanan perasaan
4. pengorbanan tenaga
Akibat dari Pengorbanan itu sendiri bisa berupa hilangnya harta benda demi orang yang di cintainya.
Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk mengorbankan
putra tunggalnya Ismail. Walaupun ia sangat sayang pada putranya
tersebut, perintah Allah untuk mengorbankan tetap dipatuhinya. Allah
menguji kesetiaan dan besamya pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim
tidak sampai hati melihat pisaunya dipotongkan ke leher putranya, tetapi
ia sudah bertekad setia menjalankan perintahNya. Kemudian terbukti. bahwa putra
yang mau dikorbankan kepada Allah sudah berganti dengan biri-biri.
Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah lebih tinggi
kadamya daripada pengorbanan oleh nabi ibrahim sekarang yang ditiru oleh oleh
umat Islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci maupun umat Islam di
wilayah lain dengan mengorbanan temak untuk keperluan fakir miskin pada hari
raya Idul Qurban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar