Nama
: Eka Novianti
Kelas : 1EA11
NPM : 13214427
Bab
6
Manusia
dan Penderitaan
1.PENDERITAAN
Pengertian Penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa
sansekerta artinya menahan atau menanggung.Derita artinya menanggung
atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan
manusia sering terjadi seiring berkembangnya kehidupan manusia tersebut.
Semakin berkembangnya kehidupan manusia makan akan semakin kompleks juga
penderitaan yang akn di hadapi manusia.
Penderitaan
termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat
semakin tinggi intensitas semakin berat juga penderitaan yang di alami oleh
manusia tersebut. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya
intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh
seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai
langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
Contoh
penderitaan
Penderitaan
fisik korban bencana yang sedang di hadapin oleh orang tersebut, setra masalah
yang sedang menimpa orang tersebut. Penderitaan terbagi menjadi 2 yaitu
penderitaan yang bersifat lama dan penderitaan yang bersifat sementara.
Penderitaan yang bersifat lama atau tidaknya tergantung oleh penyebab
penderitaan tersebut. Contoh penderitaan yang bersifat lama adalah Kehilangan
orang yang penting di dalam kehidupan seseorang. Sedangkan contoh penderitaan
yang bersifat sementara adalah di kecewakanya oleh seseorang.
Penderitan
dan kenikatan manusia/seseorang dengan menyukai atau tidaknya sesuatu. Jika
manusia tersebut suka makan ia akan menikmati apa yang sedang dia rasakan.
Sedangkan jika dia tidak menyukai maka dia akan merasa menderita dengan apa
yang ia rasakan. Penderitaan yang selalu di hadapi oleh manusia bermanfaat
untuk menjadi bahan instropeksi diri masing-masing manusia. Selain menjadi
bahan instropeksi dapat pula menjadi suatu pengalam seseorang untuk menjadi
manusia yang lebih bijak. Penderitaan tidak selalu merugika untuk yang
merasakan. Mental seseorang sangat berperan penting untuk menghadapi penderitan
yang sedang di alami. Selain mental yang kuat peran orang sekitar manusia juga
sangat berperan untuk menyelesaikan penderitaan dan juga memberikan dorangan
motivasi serta jalan keluar untuk menyelesaikan penderitaan seseorang.
2.
SIKSAAN
Siksaan
atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada
penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala
tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis,
yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi,
balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan
palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.
Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan
pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai
alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu
pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk
memaksakanpindah agama atau cuci otak politik.Penyiksaan hampir secara
universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti
dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatangan Konvensi Jenewa
Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk tidak melakukan
penyiksaan terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh atau tawanan
perang) dalam suatu konflik bersenjata. Penanda tangan UN Convention Against
Torture juga telah menyetujui untuk tidak secara sengaja memberikan rasa sakit
atau penderitaan pada siapapun, untuk mendapatkan informasi atau pengakuan,
menghukum, atau memaksakan sesuatu dari mereka atau orang ketiga. Walaupun demikian,
organisasi-organisasi seperti Amnesty International memperkirakan bahwa dua
dari tiga negara tidak konsisten mematuhi perjanjian-perjanjian tersebut.
Phobia
phobia
adalah rasa ketakutan yang berlebih terhadap suatu benda, situasi, kejadian
yang dianggap sebagai emosi-emosi substitusi dan seringkali disebut neurosis
yang ditekan
phobia
terjadi karena adanya factor biologis dalam tubuh bisa juga karena ada sesuatu yang tidak
normal di struktur otak
3
Siksaan yang Sifatnya Psikis
1. Kebimbangan : apabila tidak dapat
menentukan yang mana pilihan yang akan diambil, atau ragu dalam mengambil
keputusan
2. Kesepian : perasaan dimana jiwa merasa
kosong dan hampa meskipun berada di tempat ramai kesepian bisa saja melanda
orang tersebut
3. Ketakutan : perasaan ngeri, tidak berani,
dan semacamnya ini juga merupakan gangguan psikis yang apabila dibesar-besarkan
bisa menjadi phobia
Penyebab Seseorang Merasa Ketakutan
Beberapa
sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain
Gamang
: merupakan ketakutan apabila seseorang berada di tempat yang tinggi atau takut
dengan ketinggian
Kegelapan
: merupakan ketakutan apabila berada di tempat yang gelap
Kegagalan
: merupakan ketakutan gagal atau tidak berhasil, seseorang yang sedaang patah
hati, tidak mudah untuk menjalin percintaan lagi karena takut mengalami
kegagalan yang sama
3.KEKALUTAN
MENTAL
Pengertian
kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami
kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat
mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan
mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan
mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan
mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami
kejatuhan atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari
orang-orang dekat di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan
teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar
orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.
Tahapan-tahapan
gangguan jiwa adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak
dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik
jasmani maupun rohaninya.
2. Usaha mempertahankan diri
dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga
cara bertahan dirinya salah,
pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan
bila menghadapi persoalan,
justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak
menekan perasaannya.
3. Kekalutan merupakan titik
patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan
mengalami gangguan.
Gejala-Gejala
Seseorang Mengalami Kekalutan Mental
Sebab-sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut
:
1. Kepribadian yang lemah
2. Terjadinya konflik sosial
budaya
3. Cara pematangan batin,
Bentuk
frustrasi antara lain :
1. Agresi
2. Regresi
3. fiksasi
4. Proyeksi
5. Identifikasi
6. Narsisme
7. Autisme
Penderita
kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Kota-kota besar
2. Anak-anak muda
3. Wanita
4. Orang yang tidak berguna
5. Orang yang terlalu
mengejar materi
4.
PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan
memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita
/ hidup adalah untuk penderitaan. namun hidup adalah Berjuang karena Hidup
adalah Perjuangan”. Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus
berjuang dlam hal apapun. dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia –
sia. Setelah perjuangan terlaksana dan pasrah kepada Tuhan. maka dari itulah
gunanya bersosialisasi, dengan bersosialisasi
kita
dapat saling membantu dalam susah maupun senang dengan sesama manusia dalam
menyelesaikan masalah dan menyelesaikan penderitaan. namun jangan lupa disertai
doa pula.
Manusia
hanya merencanakan selebihnya adalah kehendak Tuhan.
Waspada akan penderitaan boleh dalam berbagai hal
namun tetap kita tidak dapat menghindar dari penderitaan, satu – satunya jalan
keluar adalah dengan melewatinya. Hal ini nampak bila ditinjau jenjang karir
sejarah orang – orang besar disekitar kita yang benar – benar berhasil oleh
karena usahanya sendiri dan bantuan Tuhan.berbagai pengaruh dari penderitaan
dapat dikategorikan bersifat positif dan negatif tergantung dari bagaimana
manusia menghadapi kenyataan ini.
5.
PENDERITAAN, MEDIA MASSA DAN SENIMAN
Dalam
dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu sangat besar. Hal
ini dibuktikan dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Penciptaan bom
atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia
merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia.
Beberapa
sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusai adalah kecelakaan, bencana alam
dan lain-lain. Contohnya tenggelamnya kapal laut, meletusnya gunue berapi,
tsunami dan sebagainya bisa membuat manusia menderita karena bencana tersebut.
Berita
mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar kaca
dan berbagai media lainnya. Berita-berita tersebut ditayangkan dimaksudkan agar
semua orang yang menyaksikan tau melihat ikut merasakan penderitaan sesamanya.
Dengan demikian diharapkan dapat menggugah hati manusia untuk bebuat sesuatu.
Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan untuk meringankan penderitaan
dan penyelamatan dari musinbah tersebut. Bantuan bisa datang secara
perseorangan atau kelompok atau bisa juga dari sebuah oraganusasi tertentu.
Media
masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa
penderitaan kepada masyarkan luas. Dengan demikian masyarakat dapat dengan
segera meliai untuk menentukan sikap antara manusia terutama yang bersimpati.
Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui
karya, sehingga para pembaca, penonton dapat menkhayati penderitaan sekaligus
keindahan karya seni.
6.
PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila
kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya
penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
- Penderitaan yang timbul
kaerena perbuatan buruk manusia
- Penderitaan yang menimpa
manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama
manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang
disebut nasib buruk.
Karena perbuatan buruk
antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita, mislalnya :
Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap dan disiksa oleh majikanya
seharusnya majikan yang biadab itu diganjaran dengan hukuman penjara oleh
pengadilan negri supaya perbuatan itu dapat di perbaiki dan pembantu yang telah
menderita itu bisa dipulihkan
- Perbuatan buruk manusia
terhadap lingkuangan juga menyebabkan penderitaan manusia, misalnya :
Musibah banjir dan tanah longsor bermula dari penghunian liar di hutan lindung,
kemudian pohon-pohot dibabat menjadi tandus dan gundul oleh manusia penghuni
liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah hancur .
- Penderitaan yang timbul
karena penyakit, siksaab / azab tuhan
Penderitaan manusia dapat
juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab tuhan. Namun kesabaran,
tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan
itu.
7.
PENGARUH PENDERITAAN
Orang
yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan
sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap
negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa,
putus asa, ingin bunuh diri, Siakp ini diungkapkan dalam peribahasa “Sesal
dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna” ,”nasi sudah menjadi bubur”.
Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin
atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap
positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan
rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan,
dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya
kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap
anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, anti ibu
tiri,ia berjuang menentang kekerasan dan lain-lainnya
Apabila
sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para
pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan
penilainnya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan
nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan
yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih
sesuai, keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.